INTEGRATED LEARNING (PEMBELAJARAN TERPADU)

MEMAHAMI INTEGRATED LEARNING (PEMBELAJARAN TERPADU) DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

 UMP

Nama Kelompok :

Anindita Dwi Susanti                                    (1201110005)

Isnaeni                                                            (1201110006)

Anung Driyas Maraning Dyah                    (1201110007)

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2013

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur  kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberi hidayah dan inayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar, dengan judul “MEMAHAMI INTEGRATED LEARNING (PEMBELAJARAN TERPADU) DALAM PAUD”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, maka saran dan kritik dapat menyempurnakan makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat  bermanfaat, khususnya bagi para pendidik anak usia dini.

Purwokerto, Maret 2013

Tim Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu jenjang pendidikan yang diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Dimana didalam pendidikan PAUD ada yang namanya pembelajaran terpadu yaitu pembelajaran yang bersifat menyeluruh berupa kegiatan belajar yang terstruktur dengan melibatkan anak menjadi pusat pembelajaran.  Bagi sekolah yang sudah unggulan mungkin sudah menggunakan metode pembelajaran terpadu. Namun jika kita lihat dilapangan masih banyak sekolah-sekolah khususnya PAUD banyak yang menggunakan sistem pembelajaran yang monoton yang mengakibatkan anak menjadi cepat bosan dan malas untuk belajar. Hal ini akan mengakibatkan anak tidak memiliki kreativitas maupun keberbakatan yang mungkin mereka milik sejak lahir. Untuk itu sangat diperlukan pembelajaran yang aktif, menarik, menyenangkan namun mendidik. Sehingga anak akan mudah merangsang materi yang telah diberikan. Belajar anak harus melalui sesuatu yang konkrit agar dapat diterima anak secara nalar. Seharusnya metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran terpadu (integrated learning) bukan lagi yang monoton.

RumusanMasalah

Apa yang dimaksud pembelajaran terpadu ?

Apa saja karakteristik pembelajaran terpadu ?

Apa manfaat pembelajaran terpadu?

Apa kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu?

Komponen-komponen apa saja yang terkait dengan pembelajaran terpadu?

 

Tujuan Penulisan

Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran integrated learning menjadi suatu pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak dan mampu diterapkan oleh para pendidik agar anak merasa nyaman dalam proses belajar.

Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah:

  1. Bagi anak: Membantu anak memahami kegiatan belajar, proses belajar, hasil akhir belajar yang disampaikan dan juga mengetahui hubungan di setiap kegiatan belajar yang diterima di sekolah.
  2. Bagi pendidik: Pembelajaran integrated learning akan menambah wawasan dan kualitas pendidik.

BAB II

PEMBELAJARAN INTEGRATED LEARNING DALAM PAUD

A.      Pengertian Pembelajaran Terpadu

Beberapa pengertian dari pembelajaran terpadu yang dikemukakan oleh beberapa orang pakar pembelajaran terpadu diantaranya :
(1) menurut Cohen, Manion dan Brand, terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan pembelajaran terpadu (integrated learning). Kurikulum terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran

tertentu sebagai titik pusatnya (center core / center of interest);
(2) Prabowo mengatakan bahwa pembelajaran terpadu adalah suatu proses pembelajaran dengan melibatkan / mengkaitkan berbagai bidang studi. Dan ada dua pengertian yang perlu dikemukakan untuk menghilangkan kerancuan dari pengertian pembelajaran terpadu di atas, yaitu konsep pembelajaran terpadu dan IPA terpadu.
(3) Gillian, Collins dan Dixon mengatakatan bahwa pembelajaran terpadu akan terlaksana apabila terjadi peristiwa atau eksplorasi topik menjadi penggerak kurikulum. Menurutnya berpartisipasi dalam peristiwa otentik atau topik anak belajar sekaligus mendapatkan isi yang lebih luas dari kurikulum yang telah disusun.
(4) Oemar Hamalik bahwa, pembelajaran terpadu adalah sistem pengajaran yang bersifat menyeluruh, yang memadukan berbagai disiplin pembelajaran yang berpusat pada suatu masalah atau topik atau proyek, baik teoritis maupun praktis, dan memadukan kelembagaan sekolah dan luar sekolah yang mengembangkan program yang terpadu berdasarkan kebutuhan siswa, kebutuhan masyarakat dam memadukan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengembangan kepribadian siswa yang terintegrasi.

B.      Karakteristik Pembelajaran Terpadu

Sebagai suatu proses, pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut.

1.  Pembelajaran berpusat pada anak.

Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.

2.  Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan.

Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagaimacam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki siswa,sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa. Hasil yang nyata di dapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan akan berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.

3.  Belajar Melalui Pengalaman Langsung

Siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami,bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing ke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.

4.  Lebih memperhatikan proses daripada hasil semata.

Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquri (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrat, minat, dan kemampuan siswa, sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus menerus.

5.  Sarat dengan muatan keterkaitan

Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.

C.      Manfaat Pembelajaran Terpadu

Sebagai suatu bentuk model pembelajaran, pembelajaran terpadu memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah :

  1. memungkinkan anak mengekplorasi dan mengekpresikan pengetahuan dan keterampilannya melalui berbagai kegiatan,
  2. meningkatkan pemahaman anak secara komprehensif,
  3. meningkatkan kecakapan berpikir anak,
  4. banyak tema yang tertuang di setiap pembelajaran yang  mempunyai keterkaiatan,
  5. pembelajaran terpadu melatih anak untuk berkreativitas, berbagi, dan berpengalama,
  6. daya ingat (retensi) terhadap materi yang dipelajari anak dapat ditingkatkan dengan jalan memberikan tema-tema yang selalu bervariasi,
  7. dalam pembelajaran terpadu anak akan lebih mudah memahaminya,
  8. meningkatkan interaksi sosial anak,
  9. meningkatkan profesionalisme guru.

D.      Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Terpadu

Dari gambaran tersebut, akan menunjukkan adanya beberapa sisi positif mengapa kita menggunakan pendekatan pembelajaran terpadu atau pendekatan tematik.

Kelebihan

Kelebihan tersebut didasari oleh beberapa alasan.

  1. Materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah memahami sekaligus melakukannya.
  2. Siswa juga dengan mudah dapat mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya.
  3. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan belajarnya dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif.
  4. Pembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa.
  5. Dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah menggunakan belajar siswa aktif sebagai metode pembelajaran.

Kekurangan

  1. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas,  memiliki kreativitas tinggi, keterampilan metodologis yang handal,  rasa percaya diri yang tinggi, dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Secara akademik, guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan  yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada bidang kajian tertentu saja. Tanpa kondisi ini, maka pembelajaran terpadu akan sulit terwujud.
  2. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan), kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Bila kondisi ini tidak dimiliki, maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan.
  3. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi, mungkin juga fasilitas internet. Semua ini akan menunjang, memperkaya, dan mempermudah pengembangan wawasan. Bila sarana ini tidak dipenuhi, maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat.
  4. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi, metode, penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik.
  5. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa bidang kajian terkait yang dipadukan. Dalam kaitan ini, guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif, juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain, bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda.
  6. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu bidang kajian dan ‘tenggelam’nya bidang kajian lain. Dengan kata lain, pada saat mengajarkan sebuah TEMA, maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman, selera, dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.

E.       Komponen- komponen perencanaan pembelajaran

Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai.

Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponen-komponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain.

Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi:

  1. Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar.
  2. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai.
  3. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai.
  4. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar.
  5. Evaluasi merupakan suatu proses memilih, mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang bersifat menyeluruh berupa kegiatan belajar yang terstruktur dengan melibatkan anak menjadi pusat pembelajaran. Pembelajaran terpadu memiliki beberapa karakteristik diantaranya: Pembelajaran berpusat pada anak, menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan, belajar melalui pengalaman langsung, lebih memperhatikan proses daripada hasil semata, Lebih memperhatikan proses daripada hasil semata, sarat dengan muatan keterkaitan. Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran terpadu yaitu: memungkinkan anak mengekplorasi dan mengekpresikan pengetahuan dan keterampilannya melalui berbagai kegiatan, meningkatkan pemahaman anak secara komprehensif, meningkatkan kecakapan berpikir anak, banyak tema yang tertuang di setiap pembelajaran yang  mempunyai keterkaiatan, pembelajaran terpadu melatih anak untuk berkreativitas, berbagi, dan berpengalama, daya ingat (retensi) terhadap materi yang dipelajari anak dapat ditingkatkan dengan jalan memberikan tema-tema yang selalu bervariasi, dalam pembelajaran terpadu anak akan lebih mudah memahaminya, meningkatkan interaksi sosial anak, meningkatkan profesionalisme guru.

Disamping itu pembelajaran terpadu juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain: materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah memahami sekaligus melakukannya,siswa juga dengan mudah dapat mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya,dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan belajarnya dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif,pembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa,dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah menggunakan belajar siswa aktif sebagai metode pembelajaran. Sedangkan kekurangannya adalah: Aspek Guru (salah satunya, Guru harus berwawasan luas),  Aspek peserta didik (salah satunya, Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya), Aspek sarana dan sumber pembelajaran (salah satunya, Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi), Aspek kurikulum (salah satunya, Kurikulum harus luwes), berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi), Aspek penilaian (salah satunya, Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh), Suasana pembelajaran (salah satunya, guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman, selera, dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri). Selain itu, juga harus terdapat Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi Tujuan, materi, Kegiatan belajar mengajar, media dan sumber belajar, dan juga evaluasi.

SARAN

Bagi sekolah yang belum menggunakan pembelajaran terpadu disarankan untuk menerapkan pembelajaran terpadu!

Guru harus mempunyai kreativitas, wawasan yang luas dalam pendidikan, memiliki banyak jaringan untuk memperoleh informasi dengan mudah.

DAFTAR PUSTAKA

Holil, Anwar. 2008. “Pengertian Pembelajaran Terpadu” (online), (http://anwarholil.blogspot.com/2008/04/pengertian-pembelajaran-terpadu.html, diakses tanggal 24 Maret 2013).

Pgsd, Fatoni. 2010. “Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Terpadu PAUD”. (online), (http://fatonipgsd071644221.wordpress.com/2010/04/26/kelebihan-dan-kekurangan-pembelajaran-terpadu/, diakses tanggal 23 Maret 2013).

Anak, Ceria Paud. 2010. “Strategi dan Pembelajaran”. (online), (http://paudanakceria.wordpress.com/2010/05/12/strategi-dan-pembelajaran/, diakses tanggal 22 Maret 2013)

Palu, Vionet. 2012. “ Hakikat Pembelajaran Terpadu”. (online),  (http://www.vionetpalu.com/2012/10/hakikat-pembelajaran-terpadu.html#_, diakses tanggal 22 Maret 2013).

Ebekunt. 2010. “Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini” (online), (http://ebekunt.wordpress.com/2010/06/30/konsep-konsep-dasar-pendidikan-anak-usia-dini-3/, diakses tanggal 26 Maret 2013).

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s